This is a Material
This is a Material
In this page you can see the material and you can disscuss with your friend about this material. Happy Reading !!!
Number 1 Material
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
konsep desain/prototype, dan kemasan.
a. Desain/Prototype produk
Desain produk adalah sebagai alat manajemen sebagai alat manajemen untuk menterjemahkan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan sebelum menjadi rancangan yang nyata yang akan diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Desain produk tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Beberapa proses harus dilalui untuk sampai pada upaya mewujudkan gagasan dalam produk nyata. Tahapan dalam desain produk adalah:
1) Menterjemahkan keinginan dan kebutuhan konsumen kedalam produk dan jasa yang dibutuhkan
2) Memperbaiki (refine) barang dan jasa yang sidah ada
3) Mengembangkan barang dan jasa baru
4) Memformulasikan/merumuskan kualitas tujuan
5) Merumuskan target biaya
6) Menyusun dan melakukan uji pada propotype
7) Mendokumentasikan spesifikasi barang dan jasa yang dihasilkan.
Tujuan desain barang dan jasa tujuan utamanya adalah kepuasan konsumen.Fokus kedua setelah kepuasan konsumen adalah fungsi barang atau jasa, biaya atau keuntungan, kualitas, penampilan, kemudahan produksi untuk merakit, kemudahan untuk pemeliharaan dan pelayanan.
Desain untuk operasional mengambil tanggung jawab mendesain barang dan jasa yang ada pada organisasi. Dalam mendesain barang dan jasa perusahaan harus melihat pada berbagai batasan dan ketentuan yang ada dalam masyarakat dan ketetapan pemerintah. Perusahaan harus memperhatian lingkungan, etika dan hukum. Berbagai ketentuan hukum tentang barang dan jasa telah ditetapkan oleh pemerintah ataupun lembaga masyarakat seperti lembaga konsumen indonesia. Contoh ketetapan pemerintah adalah SNI dan SII.SNI biasanya digunakan sebagai standar acuan mutu produk barang. Beberapa produk yang diekspor juga harus memenuhi ketentuan tambahan yang biasanya diminta oleh importir. Seperti produk gula kristal dari daerah Banyumas yang dieksport ke Eropa, Jepang dan Amerika. Para pengrajin ini harus memiliki sertifikasi untuk pengolahan produk dan standar mutu yang diadakan langsung oleh importir.
Termasuk dalam lingkungan hukum adalah aturan tentang pertanggungjawaban produsen atas kesalahan dan kerugian yang ditimbulkan karena kegagalan produk.Di Indonesia tuntutan masyarakat terhadap tanggungjawab produsen relatif sedikit. Hal ini mungkin karena kesadaran mereka akan hak konsumen masih rendah. Biasanya lembaga konsumen sebagai lembaga swadaya masyarakat yang akan melakukan penuntutuan terhadap kesalahan produk. Untuk produk jasa informasi lembaga penyiaran menjadi lembaga yang sangat melindungi konsumen dari tayangan yang dinilai kurang bertanggungjawab.
Perancangan pruduk juga harus memperhatikan lingkungan alam. Kepedulian perusahaan akan kelestarian lingkungan yang ditunjukkan dengan rancangan produk ramah lingkungan mulai banyak dimunculkan di akhir abad 20 ini. Perancangan produk lemari es yang tidak lagi mengkonsumsi freon merupakan terobosan produk ramah lingkungan. Seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat atas kelestarian lingkungan hidup, perusahaan yang tidak mendesain produknya tanpa memperhatikan unsur kepedulian lingkungan ini akan ditinggalkan oleh konsumen secara perlahan. Desain ramah lingkungan tidak hanya pada inti produk akan tetapi dapat dimulai dari kemasan berbahan ramah lingkungan yang bisa didaur ulang.
Beberapa diskusi tentang desain produk juga berlaku untuk desain jasa.Hal ini karena fakta bahwa barang dan jasa sering ada dalam satu kombinasi.Sebagai contoh, saat ganti oli untuk mobil melibatkan layanan (menguras minyak lama dan meletakkan di minyak baru) dan barang (minyak baru). Dalam beberapa kasus, apa yang pelanggan terima adalah pelayanan murni, seperti dalam mendapatkan potongan rambut atau pemangkasan rumput.
Sebagian besar kasus melibatkan beberapa kombinasi barang dan jasa meski dengan proporsi pelayanan yang mungkin relatif rendah, seperti halnya di bidang manufaktur.Manufaktur penekanannya adalah pada produksi barang, tetapi bahkan di bidang manufaktur, ada layanan seperti perbaikan mesin, pelatihan karyawan, inspeksi keselamatan, dan sebagainya. Karena barang dan jasa begitu terikat, manajer harus memiliki pengetahuan yang baik agar dapatmengelola aktivitas secara efektif.
Perbedaan perancangan barang dengan perancangan jasa:
1) Produk tangible, jasa intangible. Konsekuensinya perancangan jasa sering berfokus pada faktor intangible.
2) Dalam banyak kasus jasa diproduksi dan dinikmati dalam waktu yang bersamaan, contoh jasa pangkas rambut . sebagai akibatnya pelatihan, proses desain dan hubungan dengan konsumen sangat penting.
3) Jasa tidak dapat disimpan. Proses ini memerlukan fleksibilitas dan kemampuan mendesain menjadi penting. Sebagai tambahan katena jasa didasarkan pada pesanan maka akan terdapat berbagai variasi waktu layanan yang akan berpengaruh terhadap kapasitas produksi.
4) Jasa sangat penting bagi konsumen karena adanya kontak langsung dengan mereka. Hal ini memerlukan tambahan proses desain.
5) Beberapa jasa memiliki tingkat hambatan yang rendah bagi pendapatan baru untuk memasuki pasar atau keluar dari pasar. Hal ini menambah tekanan bagi desainer jasa dalam memunculkan inovasi dan efektivitas biaya.
6) Lokasi sangat penting bagi jasa, dengan kenyamanan sebagai faktor utama yang harus dipertimbangkan.
b. Kemasan produk
Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, perwadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada didalamnya bisa tertampung dan terlindungi. Menurut kotler, Packaging merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah atau pembungkus suatu produk.
Kemasan produk adalah bagian pembungkus dari suatu produk yang ada didalamnya. Pengemasan ini merupakan salah satu cara untuk mengawetkan atau memperpanjang umur dari produk-produk pangan atau makanan yang terdapat didalamnya.
Fungsi dari kemasan, yaitu:
1) Pelindung isi (dari kerusakan, kehilangan, dan sebagainya)
2) Kemudahan menggunakan produk.
3) Pemakaian ulang (dapat diisi kembali, untuk wadah lain)
4) Daya tarik (artistic, warna, desain)
5) Identitas (berkesan kokoh, lembut, atau mewah)
6) Distribusi (mudah disusun, dihitung, atau dipindahkan)
7) Informasi (informasi isi, pemakaian, kualitas)
8) Pengembangan (kemajuan teknologi, daur ulang)
Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan harus memberikan keunikan atau ciri khas dari produk.Salah satunya yaitu kemasan produk yang mempunyai peranan penting dalam penjualan.Dimana kemasan bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga bisa dijadikan sebagai salah satu alat promosi efektif yang dapat memberikan informai kepada konsumen mengenai produk perusahaan.Untuk itu dalam membuat kemasan harus dibuat sebagus mungkin.Salah satu alasan konsumen tertarik membeli produk dikarenakan kemasan yang menarik.
Memang kemasan kini disadari oleh produsen bukan lagi hanya memiliki fungsi melindungi dan membungkus produk.Persaingan produk yang semakin ketat dipasar mengharuskan produsen untuk berpikir keras meningkatkan fungsi kemasan untuk dapat memberikan daya tarik kepada konsumen melaui aspek artistic, warna, bentuk, grafis, bentuk maupun desainnya. Banyak konsumen yang membeli yang membeli secara sadar akan tertarik pada suatu produk karena alasan warna, bentuk dari kemasan. Belum lagi konsumen yang membeli karena impulse buying.Gara-gara menariknya desain, atau bentuk bentuk kemasan suatu produk.Sehingga kemasan menjadi sangat efektif untuk mendorong konsumen membeli suatu produk.
Melalui kemasan produk, image produk juga dapat dibentuk misalnya sebagai produk yang kokoh, awet, mewah, atau tahan lama. Sehingga konsumen akan memilih suatu produk karena sesuai syarat yang akan dibeli misalnya produk yang tahan lama, tidak mudah rusak dan terjaga kualitasnya. Konsumen seringkali membeli suatu produk tidak untuk segera dikonsumsi tetapi untuk persediaan, sehingga ia membutuhkan produk yang terlindungi secara baik isinya, dari kerusakan, berkurangnya isi, dan pengaruh cuaca. Dari sisi distribusi, kemasan juga memegang peranan penting karena dengan kemasan produk akan mudah disusun, dihitung, ditangani, dan disalurkan secara lebih baik dan cepat. Kemudahan dalam distribusi menjadikan kemasan didesain tertentu dan dengan ukuran yang mudah untuk dipindahkan dari suatu tempat ketempat lainnya.
Number 2 Material
Administrasi Infrastuktur Jaringan
REMOTE ACCESS DENGAN SSH
Prasyarat membuat konfigurasi remote access dengan ssh adalah :
- Hostname tidak boleh default
- Harus ada domain name
- Authentication menggunakan username dan password
- Deskripsikan di jalur telnet bahwa akan menggunakan ssh
- Generate crypto key
Langkah-langkah konfigurasi ssh:
- Pada Router0, beri : username dan password, password enable, aktifkan port fa0/0 dan beri alamat IP sesuai dengan gambar,
Router (config) # hostname Rt0
Rt0 (config) # ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
Rt0 (config) # no shut
Rt0 (config) #username mrwawanux secret bismillah
Rt0 (config) # enable secret 123456789
- Setting ssh.
Rt0 (config) # ip domain-name mrwawanux.net
Rt0 (config) # crypto key geneate rsa
Akan ditanya berapa panjang bit yang ingin dimasukkan, masukkan angka 512
Router (config) # line vty 0 4
Router (config-line) # login local
Router (configiline) # transport input ssh
- Lakukan remote dengan ssh dari PC0
- Beri alamat IP pada PC0 sesuai gambar
- Dari command promp PC0 ketikkan perintah
PC> ssh –l mrwawanux 192.168.10.1
- Melihat generate crypto key
Ketikkan perintah sh crypto key mypubkey rsa
Number 3 Material
Teknologi Layanan Jaringan
Model Open Systems Interconnection (OSI) - 7 layer
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan lapisan (layer) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. Serta dalam mendesain suatu jaringan kita harus memperhatikan arsitektur standar yang telah dibuat oleh sebuah badan dunia (ISO).
- Layer Physical Layer physical
Merupakan layer kesatu atau layer bawah pada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari data link layer berupa Frame yang dan diubah menjadi Bitstream yang akan dikirim ke tujuan berupa sinyal melalui media komunikasi. Lapisan ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Pada penerima, layer ini akan mengubah sinyal dari pengirim menjadi Bit dan sebelum dikirim ke data link layer Bit diubah menjadi Byte.
Fungsi
Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. Memindahkan bit antar devices.
- Protocol pada layer physic adalah Organizations: IEE, TIA/ETA, ANSI, etc.Cable (ie. RJ45)
- Perangkatnya yaitu Hubs, NIC (Layers 1 & 2), Media: Coax, Fiber, Unshielded Twisted Pair, Wireless.
- Layer Data Link
Merupakan layer kedua pada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari network layer berupa Paket yang kemudian diencapsulasi menjadi Frame, dengan memberikan layer 2 header. Dan kemudian dikirim ke phisycal layer untuk diteruskan ke penerima. Pada penerima, layer ini mengubah byte menjadi frame, frame header (isi dari frame) akan dilepas (dekapsulasi), kemudian dikirim ke network layer menjadi Paket. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Struktur Frame
- Preamble : digunakan untuk sinkronisasi, memiliki delimiter penanda akhir dari timing.
- Destination dan Source : 48 bit biner alamat MAC address.
- Type : informasi protokol layer 3 yang dibawa.
- Data : berisi PDU (protocol Data Unit) layer 3 yang dibawa (berupa karakter ascii yang berisi pesan) Frame Check Sequence : informasi untuk melakukan error check.
Fungsi
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Koreksi kesalahan, flow control. Pengalamatan perangkat keras (seperti halnya diMedia Access Control Address ( MAC Address) Menentukan bagaimana perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi.
- Protocol yang ada pada layer ini adalah LLC dan MAC, 802.3 CSMA/CD (Ethernet), 802.4 Token Bus (ARCnet), 802.5 Token Ring, 802.12 Demand Priority.
- Perangkatnya adalah Bridges, Switches, NIC / Lan Card.
- Layer Network
Merupakan layer ketiga pada model referensi OSI layer. Layer ini berfungsi sebagai mengantarkan paket ke tujuan, yang dikenal dengan Routing. Layer ini mengontrol paket yang akan dikirim ke data link layer dengan cara mencari route yang paling murah dan cepat.
Fungsi
Mendefinisikan alamat alamat IP. Menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan melalui menggunakan router dan switch layer 3. Menjaga antrian trafik di jaringan.
- Protocol pada layer ini yaitu : Routing, IP
- Perangkat Network layer : Router
- Layer Transport
Bertugas melakukan proses transportasi dari data dan juga paket data yang ditransmisikan melalui sebuah jaringan komputer.
Fungsi
- Menerima data dari session layer. Fungsi pertama dari transport layer ini adalah menerima data yang dikirimkan melalui session layer.
- Memecah data menjadi bagian – bagian yang lebih kecil.
- Memecah data atau paket data ke dalam bentuk paket yang lebih kecil. Proses ini dilakukan untuk mempermudah proses pengiriman alias transmisi data yang berjalan di dalam jaringan komputer tersebut. Dengan adanya proses pemecahan data ini, maka setiap data diyakini tidak akan mengalami corrupt atau mengalami proses trasnmisi yang sangat lambat akibat besarnya ukuran data besar.
- Meneruskan data ke network layer untuk diberi header (judul).
- Memastikan bahwa semua data yang dapat tiba di tujuan dengan tepat
- Mengirim segment dari satu host ke host yang lain Fungsi berikutnya dari transport layer adalah melakukan proses pengiriman segment dari satu host menuju host yang lain. segment sendiri merupakan bagian dari pecahan-pecahan data yang sudah diproses di dalam transport layer. Dengan begitu, setiap pecahan data tersebut nantinya akan diterima di host lain.
- Memastikan realibilitas data. Reliabilitas merupakan sebuah kondisi dimana sebuah data adalah benar adanya, dan berisi sesuai dengan spesifikasinya. Tugas dari transport layer adalah memastikan hal tesebut. Jadi, transport layer akan mengecek, apakah data yang diolah dan juga diproses di dalam transport layer sudah sesuai dan sudah reliabel. Apabila hal ini sudah selesai, maka transport layer kemudian akan mengirimkan pecahan data atau paket data tersebut menuju layer berikutnya untuk diproses lebih lanjut.
- Mengatur lalu lintas dari sebuah jaringan, Mengatur lalu lintas kecepatan data yang ditransmisikan melalui jaringan komputer. Hal ini dilakukan agar setiap perputaran dan traffic dapat berjalan dan ditransmisikan dengan lancar, dan juga diaplikasikan untuk mencegah terjadinya kemacetan apabila jaringan sedang berada pada kondisi yang sangat padat dan berpotensi mengalami kemacetan jaringan.
- Protocol : Connection Oriented (Transmision Control Protocol /TCP), Connectionless (User Datagram Protocol /UDP)
- Layer Session
Merupakan layer kelima pada model referensi OSI layer. Lapisan ini membuka, merawat, mengendalikan dan melakukan hubungan antar host didalam suatu jaringan.
Fungsi
Melakukan komunikasi pada sebuah jaringan. Sebuah jaringan, merupakan bentuk komunikasi antar komputer. Agar dapat membangun komunikasi dibutuhkan sebuah lapisan yang dapat mengolah sistem komunikasi yang terjalin diantara semua komputer tersebut. Pembentukan hubungan. Apabila session layer sudah berhasil untuk membentuk komunikasi antar komputer di dalam sebuah jaringan, maka tugas session layer berikutnya adalah membentuk hubungan diantara tiap-tiap komputer. Pemindahan dan pertukaran data. Ketika terjadi komunikasi antar komputer di dalam sebuah jaringan, maka pada saat itu pula terjadilah suatu prosestransmisi data, yang tidak lain merupakan salah satu bentuk dari proses pertukaran data di dalam sebuah jaringan. Pemutusan hubungan di dalam sebuah jaringan. Memutuskan dan menyudahi hubungan di dalam sebuah koneksi jaringan komputer. Jenis Komunikasi pada layer session : simplex, half-duplex, dan full-deplex.
Protokol pada Session Layer :
- NETBIOS (Network Basic Input/Output System) merupakan protocol yang difungsikan untuk mengirimkan pesan secara serempak ke dalam komputer lain yang terkoneksi dengan jaringan komputer yang sama), NETBEUI (NetBIOS Extended User Interface) merupakan pengembangan dari NETBIOS, memiliki fungsi yang sama persis dengan NETBIOS, hanya saja memiliki sedikit kelebihan dibandingkan dengan NETBIOS, yaitu memiliki kompatibilitas dengan perangkat keas dan juga perangkat lunak yang lebih bervariasi) ,
- ADSP (Apple Talk Data Stream Protokol, protocol ini bertugas untuk memeriksa dan juga mengecek apakah terdapat jalur komunikasi yang putus atau tidak, dan memastikan bahwa jalur komunikasi telah terhubung dan juga berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.
- ISO-SP: OSI Session Layer Protocol
- PPTP: Point-to-Point Tunneling Protocol
- RPC: Remote Procedure Call Protocol
- RTCP: Real-time Transport Control Protocol
- Perangkat : pada layer ini berperan perangkat lunak tidak langsung melibatkan perangkat keras.
- Layer Presentation
Layer presentation ini memiliki fungsi utama sebagai penerjemah, yaitu menterjemahkan aplikasi menjadi bentuk data yang akan ditransmiiskan ke layer – layer berikutnya, dan juga sebaliknya, yaitu mentranslasikan atau menterjemahkan data – data ke dalam bentuk aplikasi. Presentation layer juga merupakan lapisan dimana data mulai disajikan dalam bentuk bentuk tertentu (format) seperti misalnya format JPEG untuk gambar, Doc, xls, dan sebagainya.
Fungsi
- Melakukan enkripsi data atau pesan. Proses enkripsi data merupakan proses yang dilakukan untuk mengamankan data dan pesan yang akan ditransmisikan untuk menjaga keamanan pesan atau data tersebut. Ketika bertindak sebagai receiver, maka presentation layer memiliki fungsi untuk melakukan deskripsi, yaitu membuka enkripsi dari suatu pesan ataupun data.
- Melakukan proses kompresi dan dekompresi. Proses kompresi merupakan proses pemadatan atau pengecilan suatu data, sehingga data tersebut dapat dengan mudah diteruskan ke dalam sebuah jaringan. Sedangkan proses dekompresi dilakukan untuk membuka dan memperjelas data yang akan diterima dan akan diteruskan ke application layer. Proses ini terjadi ketika lapisan presentation layer ini akan menerima data yang akan ditampilkan pada application layer (proses user sebagai receiver data).
- Melakukan proses pemformatan pada bentuk – bentuk grafis. Beberapa data ditransmisikan dalam bentuk grafis, atau beberapa aplikasi mengharuskan sebuah data ditampilkan dalam bentuk grafis, dan begitu pula sebaliknya. fungsi dari presentation layer adalah untuk memformat bentuk – bentuk grafis yang masuk ke dalam jaringan tersebut.
- Mentranslasi data. Proses translasi ini dilakukan agar setiap data atau konten yang disalurkan melalui jaringan dapat diidentifikasi dan didefinisikan oleh tiap – tiap lapisan pada model OSI layer dan dimengerti oleh keseluruhan jaringan.
- Menyajikan data. Membantu menyajikan data yang ada, baik ketika akan ditampilkan ke dalam layer application, maupun ketika akan diteruskan ke lapisan session layer.
- Menentukan tipe data. Menentukan tipe data yang akan ditransmisikan, baik yang ditransmisikan menuju application layer, ataupun ditransmisikan menuju session layer. Beberapa jenis tipe data yang didefinisikan oleh presentation layer ini adalah tipe data berupa gambar, video dan juga text, kode enkripsi dari suatu data.
Protokol : VTP(Virtual Terminal Protokol) yang berfungsi melakukan proses translating atau penterjemahan karakteristik terminal menjadi bentuk standar. Enkripsi Kriptografi
- Layer Application
Menyediakan interface atau antar muka atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi di dalam jaringan, dan kemudian membantu mengirimkan dan menerima pesan yang dikirimkan di dalam jaringan tersebut.
Layer ini merupakan lapisan yang paling dekat dengan user komputer, karena di dalam sistem jaringan komputer, application layer bisa menjadi awal dan juga bisa menjadi akhir lapisan, dan selalu terkait dengan berbagai macam aplikasi dan software di dalam komputer, seperti email client, web browser dan sebagainya.
Fungsi
Sebagai alat pengumpul informasi dan data yang dikrimkan melalui jaringan. Ketika user akan menerima data (receiver / recipient) maka application layer akan mengumpulkan seluruh data yang telah sampai untuk kemudian dimunculkan di dalam aplikasi tertentu. Begitupun sebaliknya, ketika user akan mengirimkan data, maka application layer akan mengumpulkan keseluruhan data di dalam aplikasi tertentu, dan kemudian meneruskan data tersebut ke presentation layer untuk didefinisikan dan diproses lebih lanjut ke dalam jaringan. Sebagai user interface dalam menampilkan data dan informasi. Setelah presentation layer menyajikan data, application layer akan bekerja dalam menampilkan data yang tersaji tersebut di dalam sebuah user interface (bisa sebuah aplikasi, program, ataupun sistem – sistem tertentu), sehingga data yang tersaji bisa dilihat dan diamati langsung oleh usernya.
Protocol:
- HTTP (Hypertext Transfer Protokol).Merupakan protocol yang digunakan pada web browser untuk mengambil atau memanggil sebuah halaman atau situs website yang disusun dengan menggunakan sistem HTML. HTTP merupakan protocol yang tersambung ke dalam WWW atau world wide web, dan merupakan bagian penting dari protocol internet (TCP/IP).
- SMTP (Simple Mail Trasnfer Protocol) / POP3 (Post Office Protocol versi 3) SMTP dan juga POP3 adalah salah satu protocol yang penting dalam hal berkirim surat elektronik atau email. SMTP digunakan sebagai protokol yang membantu mengirimkan email ke dalam mail server, sedangkan POP3 merupakan protocol yang digunakan untuk mngambil dan membuka email yang terdapat di dalam mail server.
- FTP (File Transfer Protokol). Digunakan untuk melakukan pengiriman atau pentransferan data di dalam sebuah jaringan internet. Dengan menggunakan protocol FTP ini, maka user dapat mengirimkan file dan juga data ke komputer lainnya hanya dengan menggunakan aplikasi saja, tanpa perlu repot menggunakan flash drive.
- DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Digunakan untuk membantu melakukan konfigurasi alamat IP dari komputer secara otomatis di dalam sebuah jaringan komputer.
- Telnet (Telecommunication Network). Digunakan untuk melakukan akses jarak jauh terhadap suatu komputer (remote). Dapat menjalankan komputer dari jarak jauh tanpa perlu meremote langsung ke tempat dimana komputer itu berada.
2.3. STANDAR INTERNET
Internet Engineering Task Force (IETF) merupakan organisasi paling teratas yang berfungsi untuk mempromosikan internet dan menyetujui protocol-protocol yang akan digunakan sebagai standard protocol di internet dan bertanggung jawab dalam teknologi internetworking beserta aplikasi-aplikasinya.
ISOC berdiri pada tahun 1992 yang dikomandani oleh Vinton G. Cerf (penemu konsep TCP/IP dan Bapak Internet). Informasi lengkap tentang ISOC ini dapat diperoleh pada websitenya www.isoc.org Internet Architecture Board (IAB) merupakan badan penasehat bagi ISOC dalam memutuskan suatu standard yang akan diterapkan di Internet. Informasi lengkapnya bisa diperoleh di www.iab.org Internet Assigned Numbers Authority (IANA) adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang bertugas untuk mengatur masalah IP Address, DNS, dan registrasi protocol dan penomoran lainnya yang berlaku pada IP. IANA juga mendelegasikan beberapa wewenang ke beberapa unit kerja yang berada di bawahnya, seperti Internic, ICANN, Apnic, ARIN dan lain-lain. Anda dapat mengunjungi websitenya dengan alamat www.iana.org
Internet Research Task Force (IRTF) adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang bertugas untuk melalukan penelitian-penelitian terhadap protocol internet, aplikasi, arsitektur dan teknologi internet, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang serta mempromosikan hasil-hasil penelitian tersebut. Silahkan kunjungi websitenya dengan alamat www.irtf.org Internet Engineering Task Force adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang terdiri dari orang-orang yang berkonsentrasi untuk mengembangkan aplikasi dan arsitektur internet kedepannya. Salah satu tugasnya adalah menerbitkan RFC (request for comment) atas suatu protocol atau standard yang diusulkan oleh seseorang untuk dikomentari oleh publik atas persetujuan dari IAB. Websitenya adalah Badan Pengatur Internet.
Ada 4 Badan yang bertanggung jawab dalam mengatur, mengontrol serta melakukan standarisasi protokol yang digunakan di Internet, yaitu Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), Internet Engineering Task Force (IETF), dan Internet Research Task Force (IRTF).
- Internet Society (ISOC) , adalah badan personal yang mendukung, memfasilitasi, serta mempromosikan pertumbuhan internet. Sebagai Infrastruktur komunikasi global untuk riset, badan ini juga berurusan dengan aspek sosial dan politik dari jaringan internet.
- Internet Architecture Board (IAB) adalah badan koordinasi dan penasehat teknis bagi Internet Society (ISOC). Badan ini bertindak sebagai review teknik dan editorial akhir semua standar internet. Badan ini memiliki otoritas untuk menerbitkan dokumen standar internet yang dikenal dengan Request For Comment (RFC). Tugas lain dari badan ini ialah mengatur angka-angka dan konstanta yang digunakan dalam protokol internet seperti nomor port, tipe hardware, ARP (Address Resolution Protocol), dll. Tugas ini dilegalasikan ke lembaga yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority).
- Internet Engineering Task Force (IETF) ialah badan yang berorientasi untuk membentuk standar Internet. Badan ini dibagi menjadi sembilan kelompok kerja (misalnya aplikasi, routing dan addressing, keamanan komputer) dan bertugas menghasilkan standar-standar internet. Untuk mengarur kerja badan ini, dibentuk badan Internet Engineering Steering Group (ISEG).
- Internet Research Task Force (IRTF) memiliki orientasi pada riset-riset jangka panjang.
Number 4 Material
Karakteristik wirausaha
Sifat dan kepribadian wirausaha dipelajari guna mengetahui karakteristik perorangan yang membedakan seorang wirausaha dan bukan wirausaha.David McCleland mengindikasikan ada korelasi positif antara tingkah laku orang yang memiliki motif prestasi tinggi dengan tingkah laku wirausaha.
Karakteristik orang-orang yang mempunyai motif prestasi tinggi adalah:
1) Memilih resiko “moderate” dalam tindakannya dia memilih melakukan sesuatu yang ada tantangannya, namun dengan cukup kemungkinan untuk berhasil
2) Mengambil tanggung jawab pribadi atas perbuatan-perbuatan. Artinya kecil sekali kecenderungan untuk mencari “kambing hitam” atas kegagalan atau kesalahan yang dilakukannya.
3) Mencari umpan balik (feed back) tentang perbuatan-perbuatannya.
4) Berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara baru.
Upaya untuk mengungkapkan karakteristik utama wirausaha juga dilakukan oleh para ahli dengan menggunakan teori letak kendali (locus of control) yang dikemukakan oleh J. B Rotter.Teori letak kendali menggambarkan bagaimana meletakkan sebab dari suatu kejadian dalam hidupnya.Apakah sebab kejadian tersebut oleh factor dalam dirinya dan dalam lingkup kendalinya atau factor diluar kendalinya.
Dua kategori menurut Rotter yaitu:
1) Internal
Orang yang beranggapan bahwa dirinya mempunyai kendali atas apa yang akan dicapainya. Karakteristik ini sejalan dengan karakteristik wirausaha seperti lebih cepat menerima pembaruan (inovasi)
2) Eksternal
Orang yang beranggapan keberhasilan tidak semata tergantung pada usaha seseorang, melainkan juga oleh keberuntungan, nasib, atau ketergantungan pada pihak lain, karena adanya kekuatan besar disekeliling seseorang.
Management System International menyebutkan karakteristik pribadi wirausaha (Personal Entrepreneurial Characteristic) sebagai berikut:
1) Mencari peluang
2) Keuletan
3) Tanggung jawab terhadap pekerjaan
4) Tuntutan atas kualitas dan efisiensi
5) Pengambilan risiko
6) Menetapkan sasaran
7) Mencari informasi
8) Perencanaan yang sistematis dan pengawasannya
9) Persuasi dan jejaring/koneksi
10) Percaya diri.
Pada dasarnya karakteristik yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah pertama informatif dalam artian seseorang harus memiliki informasi dalam mencari peluang agar tidak salah kaprah dalam berwirausaha.,Kedua setelah memiliki informasi, selanjutnya seorang wirausaha harus tekun dalam mengelolah usaha. Ketiga,memiliki tanggung jawab, percaya diri, dan koneksi/relasi. Keempat, karakteristik yang harus dimiliki wirausaha adalah mampu mengambil resiko.Dalam berwirausaha akan ada banyak tekanan dan ujian dalam mengeolah usaha. Jika berada di dua pilihan yang sangat terjepit, seorang wirausaha harus berani memilih satu diantara keduanya apapun resiko yang akan dihadapi.
c. Sikap dan perilaku wirausaha
Tingkah laku kewirausahaan tergambar dalam kepribadian, menjalin hubungan, memiliki kemampuan dalam bidang pemasaran, memiliki keahlian mengatur, sikap terhadap uang.Kepribadian kewirausahaan tercermin dalam kreativitas, disiplin diri, kepercayaan diri, keberanian menghadapi resiko, dorongan, dan kemauan yang kuat. Soedjono (1993), menyatakan bahwa perilaku kreatif dan inovatif dinamakan “entrepreneur action” dengan cirri-ciri sebagai berikut:
1) Selalu mengamankan investasi terhadap resiko
2) Mandiri
3) Berkreasi menciptakan nilai tambah
4) Selalu mencari peluang
5) Berorientasi ke masa depan
Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kewirausahaan, yaitu berani mengambil resiko, sikap positif dan optimis, keberanian mandiri, dan memimpin, serta kemampuan belajar dari pengalaman.Keberhasilan dan kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai factor baik eksternal maupun internal. Selanjutnya, Harsodjo (dalam Syam), menyatakan bahwa modernisasi sebagai sikap kewirausahaan yang menggambarkan:
1) Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan.
2) Kemampuan membentuk pendapat secara demokrasi.
3) Berorientasi masa kini dan masa depan.
4) Meyakini kemampuan sendiri.
5) Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6) Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi.
Gabungan pandangan Timmons, McCelland dan Zimmerer (dalam Surya, 2003) memperluas karakteristik sikap dan perilaku kewirausahaan yang tergolong berhasill adalah sebagai berikut:
1) Commitment and
Determination, yaitumemiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha.
Figure 3 Orang yang tidak berambisi untuk sukses cenderung bermalas-malasan
Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha.
2) Desire for Responsibilty, yaitu memeiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha, sehingga selalu mawas diri secara internal.
3) Oppurtunity Obsession, yaitu selalu berambisi untuk mencari peluang. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang.
4) Tolerance for Risk, Ambiquity, and Uncertanty, yaitu tahan terhadap resiko dan
ketidakpastian, wirausaha harus belajar mengelola resiko dengan menstransfer resiko ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok, dan lain-lain. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda dan ketidakpastian.
5) Self confidence
yaitu percaya diri. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil
6) Creativity and Flexibility, yaitu berdaya cipata dan luwes. Salah satu kunci penting dalam hal ini adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat seringkali membawa kegagalan. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi.
7) Desire for Intermediate yaitu, Selalu memerlukan umpan ballik yang segera. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya.
8) High Level of Energy yaitu, memiliki tingkat energy yang tinggi. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata
Figure 4 Seorang yang percaya Diri cenderung aktif dalam bertindak
orang lainnya, ia lebih suka bekerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama.
9) Motivation to Exel yaitu, memiliki dorongan untuk selalu unggul, lebih berhasil untuk mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihi standar yang ada. Motivasi ini muncul dari dalam diri (internal) dan jarang dari eksternal.
10) Orientation to the Future yaitu, Berorientasi pada masa yang akan datang. Untuk tumbuh berkembang ia selalu berpandangan jauh kedepan yang lebih baik.
11) Willingness to Learn from Failure yaitu, selalu belajar dari kegagalan. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal ia selalu memfokuskan kemampuannya untuk meraih keberhasilan dalam berusaha.
12) Leadership ability yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power), ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negiator dari pada diktator.
Sikap dan perilaku wirausaha melekat pada kepribadian seseorang yang disebut karakter.Jika seseorang memiliki kepribadian berani dalam mengambil resiko berarti sikap dan perilaku yang dimiliki seorang wirausaha tersebut adalah tahan terhadap resiko yang ada.Selain itu banyak sikap dan perilaku yang sangat berkaitan erat dengan kepribadian ataupun karakter wirausaha yakni percaya diri, tanggung jawab, kreativitas dan lain sebagainya.
d. Keberhasilan dan kegagalan dalam berwirausaha
Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki kepribadian yang produktif. Menurut Gilmore, menyatakan bahwa seorang wirausaha yang produktif adalah wirausaha yang menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan antara lin menampung tenaga kerja, memberi sumbangan sosial dan bergaul dengan sesama. Keberhasilan seorang wirausahawan erat kaitannya dengan hal-hal sebagai berikut:
1) Jujur
a) Jujur terhadap diri sendiri
b) Jujur terhadap orang lain
c) Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai
2) Disiplin dan berani
a) Berani dan disiplin berbuat karena bakat, pengalaman, dan pengetahuannya.
b) Berani dan displin berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas.
c) Dapat melaksanakan prinsip manajemen dengan baik
Disamping keberhasilan ada beberapa faktor penyebab kegagalan dalam berwirausaha yaitu:
1) Tidak adanya perencanaan yang matang
2) Bakat yang tidak cocok
3) Kurang pengalaman
4) Tidak mempunyai semangat berwirausaha
5) Kurangnya modal
6) Lemahnya pemasaran
7) Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi
Contoh 1: Produk kesehatan K-Sageplus
Deskripsi Produk:
K- sageplus adalah ekstrak herbal
kualitas terbaik yang dirancang khusus untuk meningkatkan fungsi dari otak.
K-sageplus khusus
diformulasikan untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan kecerdasan, dan membantu meredakan stress.
K-sageplus juga mengandung
supplemen herbal alami lainnya yang bekerja mengaktifkan sel otak, melancarkan aliran darah pada otak, merelaksasikan pikiran dari tekanan aktivitas kita sehari-hari.
K-sageplus adalah nutrisi penting untuk otak kita.
Siapa saja yang memerlukan K-sageplus?
Cocok untuk anak-anak, pelajar, orang dewasa untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan.Dapat digunakan oleh manula untuk membantu mengatasi kepikunan.Sebagai suplemen herbal untuk membantu penyembuhan autism, hiperaktif, dan idiot pada anak.Memiliki zat berkhasiat yang mampu meringankan penyakit Parkinson, Alzheimer dan stroke membantu meredakan stress.
Komposisi:
Figure 5 K- Sageplus
Suplemen Untuk Otak
Setiap kapsul 500mg K-SAGEPLUS mengandung:
Radix Salvia miltiorrhiza 90mg
Radix Linguistic wallichi 40mg
Radix Angelica sinensis 40mg
Radix Glycyrrhiza uralensis 20mg
Poria cocos 40mg
Fructus Schisandra Schisandra shinensis 80mg
Radix astragalus membranaceus 20mg
Radix codonopsis pilosula 40mg
Carthamus tinctorius 30mg
Fructus lyceum barbarum 20mg
Radix panax ginseng 80 mg
Dosis:
Dewasa: 2 kali sehari, 2 kapsul setiap setelah makan. Atau 3 kali sehari bagi mereka dalam tekanan berat atau lanjut usia. Anak: 2 kali sehari 1 kapsul setiap setelah makan.
Perhatian:
Jangan melebihi dosis yang disarankan, jika sakit berlanjut hubungi dokter.Tidak untuk ibu hamil atau bayi dibawah 6 tahun.
K-sageplus ini merupakan salah satu obatan herbal yang cukup terkenal dilingkungan masyarakat yang memiliki keberhasilan dalam berwirausaha. Kenapa produk ini berhasil? Produk ini memiliki kejujuran baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun tujuan yang akan dicapai. Hal ini dibuktikan pada deskripsi produk dan komposisi yang terkandung dalam produk mempunyai kesinkronan, misalnya salah satu deskripsi produk adalah K-sageplus khusus diformulasikan untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan kecerdasan, dan membantu meredakan stress.Sedangkan di komposisi produk memiliki kebutuhan untuk otak yakni Radix Astralagalus Membranaceus sebanyak 20mg. selain kejujuran, produk ini memiliki tingkat manajemen yang baik. Ditinjau dari deskripsi produk yang dibuat dan siapa saja yang akan mengkonsumsi produk tersebut.Hal ini terbukti bahwa produk ini sudah memiliki perencanaan sebelumnya sasaran pemasaran ketika produk ini di perjualbelikan.
© Copyright Dimas Anggie Pangestu